Postingan

Mutiara: 7 Formula Individu Cemerlang (part 2)

Gambar
Berikut adalah sambungan dari artikel "Mutiara: 7 Formula Individu Cemerlang (part 1).  Nabi bersabda SAW," Ia adalah hati yang bertaqwa lagi bersih yang tidak ada di dalamnya penipuan, sikap melampaui batas, tipu daya, khianat dan hasad." Mengikut Ibrahim bin Adham, 8 perkara mematikan hati, yaitu: 1. Mengetahui hak Allah tetapi tidak menegakkan hak itu 2. Membaca Quran tetapi tidak melaksanakan suruhanNya. 3. Mencintai nabi SAW tetapi mengabaikan sunnahnya. 4. Takutkan mati tetapi tidak mempersiapkan diri. 5. Mengetahui syaitan adalah musuh tetapi ghairah mengikuti kehendaknya. 6. Takutkan neraka tetapi melakukan maksiat. 7. Mahukan syurga tetapi tidak beramal shalih. 8. Kekurangan diri sendiri dilupakan tetapi kekurangan orang lain diketengahkan. Allah berfirman dalam Surah Al-Falaq ayat 2-3: Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, Dia akan adakan baginya jalan keluar (Allah) akan mengkaruniakan rezeki dari ara...

Mutiara : 7 Formula Individu Cemerlang (part 1)

Gambar
Karya : Dr. Danial Zainal Abidin Penerbit : PTS Publication and Distribution Sdn Bhd, Pahang Darul Makmur, Malaysia Tahun : 2004 Kehadiran buku ini sangat diharapkan di tengah maraknya buku motivasi diri terbitan barat. Tidak hanya melihat dari sisi duniawi tetapi juga sisi religi. Buku ini membahas tentang formula yang digunakan orang-orang zaman dulu yang kini telah hilang ditelan kemegahan budaya barat. Formula yang menjadikan dunia Islam gegap gempita seantero dunia. Penulis mampu menerjemahkan formula kesuksesan Islam yang sarat akan ketaatan kepada Tuhan Semesta Alam, Allah SWT. Berikut adalah petikan mutiara yang dapat diambil: "Ingatlah Aku niscaya Aku ingat kepadamu." Al-Baqarah: 152 "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang pandai membaca Al-quran, paling bertaqwa kepada Allah, paling bersungguh-sungguh mengajak kepada yang makruf, paling bersungguh-sungguh mencegah kemungkaran dan paling suka menghubungkan silaturahim." Hadist ...

Pemilu 2014: Memilih Dewan Legislatif

Gambar
Assalamualaikum :) Hari ini, 6 April 2014, sah perdana ikut berpartisipasi menunaikan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.  Kok 6 April? Iya, berhubung pencoblosan di luar negeri tidak serentak dengan di Indonesia sendiri. Misalnya, Malaysia dan Singapura tanggal 6 April. Sedangkan Hongkong bahkan Belanda tanggal 30 Maret dan 5 April. Dan lain sebagainya...... Alhamdulillah, saya ada waktu untuk membuat 'research' seharian tentang calon yang akan saya pilih. Kalau tidak, mungkin saya lebih memilh golput. Tapi hanya ada satu orang yang menjadi fokus saya sejak kemarin. Mungkin rezeki dari Allah untuk dia yang saya pilih tadi. Setidaknya saya tidak asal pilih calon pemimpin rakyat. Mana tau (dan sangat mungkin) di hari pembalasan nanti kita diminta pertanggungjawaban oleh Allah "mengapa memilih dia?". Tapi ada yang miris banget nih.............. Tadi setelah pulang dari TPS, saya menaiki bus yang penuh sesak. Tidak ada bahasa yang ...

DO MORE, EXPECT LESS

Gambar
It has been days that I always try to avoid to contact this person. My brain told me that person was so scary and would break you down. So that my nerves sent messages to my hand for never call that number. A few minutes ago, in the have-no-choice condition, I called that person. My brain went scared to death that it started to construct best words to start the conversation. Finally I contacted that person and ended up with “wow! Why you avoid it for days! So useless!” My brain’s expectation was so wrong. The person is so damn kind! I curse my own-self for expecting and scared too much.          Sometime we avoid doing something due to afraid of the consequences, afraid of taking the risk and some other bad-expectation. It would be ended us up by waiting the right time to do and doing nothing. Those bad expectation is only procrastinate our time. Throw away any thought which made us stop and give up our own dream. But do not expect too much easiness...

Indahnya Berbagi

Ini adalah sebuah kisah. Kisah yang diceritakan oleh adik saya sendiri. Kisah nyata tentang kehidupan temannya. Tentang persaudaan. Tentang indahnya berbagi. Tentang perpisahan. Sebuah pertanyaan spontan yang diajukan adik saya kepada temannya ini membuat ia bercerita tentang kejadian yang menakdirkan ia masih ada sampai sekarang. Pertanyaannya sungguh sederhana “Kamu berapa bersaudara?” Teman adik saya menjawab, “ Dua. Aku dan kakakku. Hanya saja kakakku sudah tiada.” Jawabannyalah yang membuat adik saya tertarik untuk bertanya satu pertanyaan lagi. “Kenapa?” Teman adik saya pun menceritakan sebuah cerita kepada adik saya. Cerita yang diceritakan adik saya cukup singkat dan padat. Ia bercerita kepada saya tidak sampai 5 menit. Sebut saja teman adik saya bernama Andi. Andi ini sekarang masih seusia adik saya. 13 tahun, namun ia memiliki penyakit jantung. Dulunya ia tinggal di ibukota Jakarta. Andi memiliki seorang kakak perempuan yang hanya terpaut satu tahun darinya. San...

Memberi

Tuhan, detik ini kembali Engkau sadarkan aku tentang arti sebuah kata "memberi" dalam hidupku. Walaupun memberi adalah sebuah perbuatan yang sangat sederhana, ia dapat memberikan kesan indah di hati setiap orang. Memberi walaupun hanya sebuah benda kecil dapat mengindahkan senyum yang kecut. Dengan memberi, orang akan selalu bahagia jika berjumpa dengannya. Dan berikanlah benda-benda atau sesuatu yang engkau sukai. Jangan memberikan sesuatu yang engkau benci kepada orang lain. Misalnya makanan sisa yang tidak habis oleh mu. Memberi juga harus dilandasi dengan rasa ikhlas agar Allah ridho dengan apa yang kita kerjakan. "Memberilah sebanyak-banyaknya bukan meminta sebanyak-banyaknya" - Laskar Pelangi P.S : semoga Allah swt mempermudah jalanmu, wahai Kakak. Semoga selalu dimudahkanNya segala urusan dunia dan akhirat. Semoga selalu dimurahkan rezeki olehNya. Terima kasih atas semua pemberianmu selama ini. Kau begitu baik :)

ASEAN Universities Festival of Art 2011 (part 1)

Gambar
ASEAN Universities Festival of Art 2011 (AUFA) yang diadakan di Universiti Kebangsaan Malaysia pada tanggal 6 – 9 Oktober 2011 telah berakhir dengan meninggalkan banyak kenangan dan pengalaman baru untukku. Acara ini diikuti oleh 5 negara yaitu Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand dan Filipina. Kami ber-23 yang berasal dari UKM mewakili negara Indonesia. Penampilan yang kami persembahkan diantaranya tarian, puisi dan lagu daerah. Tarian yang kami bawakan adalah tarian dari daerah Aceh, yaitu Rateeb Meuseukat dan Ranup Lam Puan. Puisi berbahasa daerah dibawakan oleh 2 orang. Dan lagu daerah dibawakan oleh Annisa dan Big Head Band. Untuk AUFA, kami telah persiapan beberapa minggu sebelumnya. Aku berada dalam tim tarian. Berhubung tarian yang kami bawakan pernah dibawakan sebelumnya, maka kami pun tidak begitu kewalahan untuk menghapal gerakan. Hanya saja, ada beberapa orang baru dalam tim kami. Maka untuk tim Rateeb Meuseukat ada 14 orang dan tim Ranup Lam Puan 5 orang. Ini untuk perta...